MAP IS NOT THE TERRITORY
Pernahkah anda salah sangka terhadap orang
lain? Atau anda pernah berkata, “kamu tidak kenal siapa saya” saat orang lain
menilai anda dengan sesuatu yang negatif.
Anda
pasti setuju ya, dengan pribahasa don’t look the book from its cover kan.
Kurang lebih begitulah makna dari presupposition Neuro Linguistic Programming (
NLP ) di atas.
Map Is Not The Territory.
Peta bukanlah wilayah sebenarnya, peta
adalah peta yang menggambarkan wilayah sebenarnya, semakin akurat sebuah peta
maka semakin menyerupai wilayah sebenarnya. Maksudnya, kita memandang orang
lain bukan dari penampilan atau prilaku sesaatnya semata. Namun perlu
mengetahui lebih dalam atau jauh lagi, baru bisa menilai kepribadian seseorang.
Sebuah cara pandang yang luar biasa dan
sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari – hari.
Presupposition ini mengajarkan kita untuk
tidak buru - buru menilai seseorang, apakah dia buruk atau baik. Kesan pertama yg
ditampilkan, hanyalah sebuah gambaran dari kepribadian seseorang seutuhnya.
Sehingga kita diminta untuk WASPADA dalam berhadapan dengan orang lain, khususnya
yg baru kita kenal.
Presupposition ini mengajarkan juga bahwa kita
sebaiknya menilai diri kita sendiri dengan lebih baik. Sering kita menganggap
diri kita tidak mampu, tidak layak atau tidak bisa melakukan sesuatu. Padahal
di dalam diri kita ternyata ada kemampuan yang tersimpan untuk melakukan hal
itu.
Dalam bisnis, presupposition ini mengajarkan
kita untuk tidak buru – buru menilai
customer. Customer yang berpakaian sederhana atau lusuh, bukan berarti tidak
sanggup membeli. Customer yang banyak diam ketika kita menawarkan produk, bukan
berarti tidak tertarik, sehingga kita perlu memperlakukan mereka sama
istimewanya dengan customer – customer yang
lain.
Karena bisa jadi, bila mereka tidak membeli
sekarang, lain waktu mereka datang lagi, untuk membeli produk / jasa yang kita
jual.
Bila kita berbelanja di sebuah toka di
pusat perbelanjaan dan menjumpai penjaga toko yang kurang ramah, kita juga bisa
mengadopsi paradigma ini, bahwa penjaga toko yang bersifat kurang ramah itu,
belum tentu kepribadiannya jelek.
Bisa jadi, mereka sudah capek jagain toko
dari pagi. Bisa jadi, mereka kena PHP sama customer yang nanya - nanya tapi
nggak beli. Dan bisa jadi, mereka belum diajarin tentang melayani customer
dengan baik oleh para pemilik toko.
Presupposition inipun mengingatkan kita
bahwa, sering kali kita menganggap diri kita tidak mampu melakukan sesuatu,
padahal kita punya kemampuan yang tersimpan untuk melakukan hal itu, tapi karna
sudah merasa tidak mampu, akhirnya benar - benar tidak mampu untuk
melakukannya.
Nah kesimpulannya:
Map is not the territory maksudnya adalah POSITIF
THINKING terhadap orang lain, khususnya yang baru dikenal dan tetap WASPADA
dengan siapapun. Kenalilah orang lain lebih jauh terlebih dahulu sebelum
menilai kepribadiannya, kenalilah diri kita lebih jauh terlebih dahulu agar
bisa memaksimalkan potensi diri yang kita miliki.
Terima kasih telah membaca tulisan ini,
semoga bermanfaat.
Untuk berdiskusi dan mempelajari Neuro
Linguitic Programming (NLP) lebih lanjut, silahkan hubungi:
Ade Jamil Himawan, S.E, CT. NNLP, C. NLC,
C.Ht
Therapist Emotional & Training
Komunikasi
Kepri Mall Lantai 3 – GICI Batam
WA: 0813 6433 3576


Tidak ada komentar:
Posting Komentar