Rabu, 15 Maret 2017

BE COMMUNICATIVE PERSON WITH NLP PRESUPPOSITION



BE COMMUNICATIVE PERSON WITH NLP PRESUPPOSITION


The map is not the territory



Sebuah peta bukanlah wilayah yang sesungguhnya. Tetapi jika ia persis dan memiliki struktur yang mirip

dengan wilayah itu, maka ia menjadi sangat bermanfaat .



Peta yang dimaksud adalah persepsi kita dalam memandang dunia. Persepsi kita dalam memandang sesuatu atau kejadian. Selanjutnya saya sebut sebagai Map. Tidak ada satupun sesorang memiliki Map yang persis sama dengan Map orang lain.  Meskipun melihat, mendengar dan mengalami peristiwa yang sama



Mind and Body Are One System



Badan dan pikiran adalah satu sistem yang saling terkait.

Disaat pikiran sedang stres atau sedih maka badan pun akan memperlihatkannya dengan gestur yang sesuai.



Begitu pula bila pikiran sedang senang, semangat dan percaya diri, maka tubuhpun akan memperlihatkan gestur yang mendukungnya. Sebaliknya, ketika badan terasa lemah dan gestur kita pun sedang memperlihatkan posisi lemah tidak bersemangat, maka pikiranpun akan merespon hal yang sama.



“Everyone lives in their own unique model of the world”



Setiap orang hidup dan berdasarkan persepsinya tentang bagaimana dia memandang diri dan dunianya. Ketika bertindak atau bersikap, sesungguhnya kita bukan sedang menyikapi kejadian tetapi  menyikapi persepsi kita sendiri.



Setiap orang hidup dalam dunia mereka masing-masing yang khas.Tidak ada seorangpun memiliki keyakinan, nilai-nilai dan perliaku yang persis sama satu dengan lainnya. Hal itu disebabkan karena mereka hidup dalam latar belakang yang  berbeda. Tidak seorangpun memiliki pemahaman yang persis sama meski diajar oleh guru yang sama di kelas yang sama. Dan mereka bersikap sesuai pemahamannya masing-masing.



There’s No Such Thing As Failure Only Feedback”



Tidak ada yang namanya kegagalan hanya umpan balik

Hal ini menawarkan cara pandang baru kepada kita untuk memandang sebuah ketidak berhasilan dari sebuah usaha. Ketidak berhasilan itu bukan dipandang dari sebuah kegagalan tapi dipandang dari hasil usaha yang belum memuaskan.



Apa bedanya, bukankah sama – sama gagal? Tentu berbeda, bila kita memandang sebagai sebuah kegagalan maka kita akan berhenti berusaha dan tidak mau untuk mencoba.

Sedangkan bila dianggap sebagai hasil yang belum memuaskan maka kita akan tertantang untuk mencoba lagi dengan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan sehingga mendapat kan hasil yang lebih maksimal.



Karena sesugguhnya kegagalan itu adalah ketika kita berhenti untuk berusaha.



 “The Meaning of a Communication is the Response You Get”



Makna komunikasi (diukur dari) respons yang Anda dapatkan. Keberhasilan komunikasi tidak diukur dari NIAT, namun dari RESPONS.



Bila teman bicara Anda merespon apa yang anda sampaikan sesuai dengan yang anda maksud, maka komunikasi anda berhasil. Tapi bila teman bicara anda memaknai berbeda dengan apa yang anda maksudkan, berarti anda perlu mencari kata-kata atau cara yang lebih sesuai dan lebih bisa dipahami oleh teman bicara anda



Experience has a Structure



Memori pengalaman itu mempunyai struktur. Jika strukturnya dirubah maka emosi yang menyertainyapun berubah.



Hal ini erat kaitannya dengan prilaku atau masalah emosional yang dialami seseorang saat ini. “Masalah” tersebut biasanya memiliki akar permasalahan yang terjadi pada masa lalu. Ketika emosi yang menyertai  masa lalu itu diubah, maka “masalah” yang timbul saat inipun akan bisa teratasi dengan sendirinya.



 ” If What You Are Doing isn’t Working, Do Something Else”



Ketika hasil belum seperti yang diharapkan lakukan sesuatu yang berbeda.



Jangan mudah berubah tujuan, apa lagi menyerah dan berhenti. Ketika hasil belum sesuai harapan, tetap pegang teguhlah dan lakukan dengan cara yang berbeda.  Artinya kita harus kukuh dalam tujuan dan siap dengan berbagai cara untuk bisa mencapainya.



Einstein mengatakan, “Orang yang menginginkan hasil berubah namun perilakunya tidak berubah adalah orang gila”.



We Have The Resources Within Us To Achieve What We Want”



Kita memiliki sumber daya untuk mencapai apa yang kita inginkan.



Rasa tidak berdaya untuk melakukan sesuatu, berasal dari pikiran yang menyatakan tidak mampu, yang disebabkan dari keterbatasan dalam berbagai hal mulai dari fisik, ekonomi, sosial dan pendidikan.



Namun kenyataannya, pada umumnya tidak ada manusia yang tidak mempunyai sumber daya atau kemampuan mewujudkan keinginannya yang ada hanyalah pikiran yang tidak berdaya sehingga menutupi kemampuan – kemampuan yang ada dalam diri orang tersebut.



 ”If One Person Can Do Something, Anyone Can Learn to Do It”



Jika seseorang bisa melakukan sesuatu maka orang lainpun bisa belajar melakukannya.



Cara berpikir seperti ini memberikan harapan bahwa kesuksesan seseorang bisa ditiru oleh orang lain yang mau mempelajari cara kesuksesan orang tersebut.



Hal ini mengajak kita untuk optimis dan menanamkan prinsip “kalau orang lain bisa, saya pun bisa”. Kita tinggal memilih apakah mau meniru caranya 100 % atau meniru dan memodifikasinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang kita alami.



”Underlying every behavior is a positive Intention”



Yang mendasari dari setiap prilaku adalah niat positif. Maksudnya di balik prilaku yang tampak kurang pas menurut kita sekalipun, sesungguhnya ada niat positif dalam konteks yang berbeda.



Presuppositions memberikan pengertian yang mendalam untuk menghargai orang lain dalam mengambil sikap menurut kapasitas dan kemampuannya saat itu. Dengan demikian kita menjadi semakin bijak dalam berinteraksi sosial.



People make the best choices available to them”



Orang selalu mengambil keputusan terbaik berdasarkan pilihan yang tersedia pada saat itu.



Terkadang kita mengambil keputusan yang keliru karena kita kurang memahami letak permasalahan yang sesungguhnya, sehingga perlu dipahami setiap keputusan yang diambil saat itu adalah yang terbaik, tapi bisa jadi untuk saat ini ternyata keputusan tersebut keliru. Tidaklah mengapa, dan jangan disesali. Segala hal yang terjadi selalu memiliki maknanya sendiri. Itulah kehidupan manusia, selalu dinamis dan bergerak maju!



“The Meaning of a Communication is the Response You Get”



Makna komunikasi (diukur dari) respons yang Anda dapatkan. Keberhasilan komunikasi tidak diukur dari NIAT, namun dari RESPONS.



Bila teman bicara Anda merespon apa yang anda sampaikan sesuai dengan yang anda maksud, maka komunikasi anda berhasil. Tapi bila teman bicara anda memaknai berbeda dengan apa yang anda maksudkan, berarti anda perlu mencari kata-kata atau cara yang lebih sesuai dan lebih bisa dipahami oleh teman bicara anda



You Cannot not Communicate



Kamu tidak bisa tidak cerita tentang rahasia hati kamu. Karena sorot matamu, garis keningmu, lengkung alis dan bentuk bibirmu, cara kamu mengangguk, sikap tubuhmu dan cara kamu berjalan semua itu cara berkomunikasi secara tidak langsung.



Karena itu jika ingin tampil baik, tidak ada cara lain kecuali dengan memperbaiki diri dari dalam. Memperbaiki hati, dan menjadi inner beauty. Itulah baik yang sesungguhnya. Otentik dan asli.



Berikan yang terbaik dari hati kamu, tidak perlu berkata-kata, mereka bisa merasakannya.


Untuk konsultasi dan mempelajari NLP lebih lanjut, silahkan hubungi:

Ade Jamil Himawan, S.E, CT.NNLP, C.NLC, C.HT

Emotional Therapist & Communication Trainer

Kepri Mall Lt. 3 - Os.Edu - GICI Batam: WA: 081364333576

 

Rabu, 01 Maret 2017

Life, Mind and Body are One System and Affect Each Other



Mind and Body are One System and Affect Each Other



Pikiran dan tubuh adalah satu kesatuan dan saling berhubungan satu sama lain, sehingga bila pikiran anda sedang tidak tenang maka berpengaruh pada metabolisme tubuh anda. Sebuah cara pandang yang luar biasa, yang memiliki arti luas bagi kesehatan tubuh dan performa anda dalam keseharian.

Hubungan antara pikiran dan tubuh ini saya buktikan sendiri dalam berbagai kasus:

1. Saat melakukan Live Blood Analysis menggunakan mikroskop elektronik yg saya punya, membuktikan bila seseorang yg pikirannya sedang stress maka sel darah merahnya berhenti bergerak dan saling berdempetan, padahal seharusnya sel darah merah itu harus bergerak aktif, inilah alasannya orang yang lagi banyak pikiran tubuhnya menjadi lemas.

2. Saat melakukan Hypnotherapy, tubuh akan merespond seperti yg kita perintahkan, ketika diminta relaks maka akan relaks dan ketika diminta keras maka tubuh akan mengeras, inilah alasannya mengapa orang yg lagi di hypnosis terlihat seperti tertidur, tubuh kaku, tidak terasa panas.

3. Saat memberi motivasi di NLP Class Series dan KI Batam Hinterland, saya mempraktekkan teknik Super Hero, yakni kita bergaya seperti super hero yg paling kita sukai, hasilnya muncul semangat dan gairah positif dari dalam tubuh.

Dan masih banyak contoh - contoh lainnya, tentu saja. Seperti dalam praktek Public Speaking yang saya ajarkan di MotSah Batam, posisi berdiri, berjalan dan gerakan tubuh seorang pembicara akan mempengaruhi semangatnya saat berbicara di depan umum.

Saat kita SD, guru2 kita sering teriak duduk yang rapi, yang tegak, jangan tiduran, jangan terlalu santai. Ya, karena itu akan mempengaruhi konsentrasi dan semangat kita saat belajar.

Dan yg sering terjadi, saat kita mulai berpikir bosan maka tubuh akan merespon dengan menguap, mata berat, dan tubuh lemas. Saat menonton film horor, kita merasa takut sehingga tubuh merespon dengan berteriak, merinding dan gemetar.

Di sisi positifnya, hanya dengan memikirkan liburan ke tempat yg kita suka tubuh merasa segar dan bersemangat.

Nah yg lebih hebatnya lagi, terjadi di berbagai kasus psikosomatis yg telah saya tangani ( Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau diperparah.)

Rata-rata pasien yang emosionalnya terganggu memiliki salah satu keluhan  migrain, asam lambung tinggi, jantung berdebar, sakit di ulu hati, sering gemetaran, keringat dingin. Dan ketika masalah emosionalnya teratasi, maka keluhan ditubuhnya pun ikut teratasi.

Nah, apa manfaatnya kita mengetahui fenomena ini:

1. Jika anda mau ketemu dengan orang yang anggap "penting" lalu anda grogi dan gelisah, berdiri tegaklah, hirup nafas dalam2, dan berfikir orang yang anda temui adalah teman lama yg pengen banget ketemu sama anda

2. Jika anda mau mengikuti ujian, presentasi, tampil didepan umum, maka bayangkanlah nanti saat mengikuti ujian, presentasi, anda berhasil dengan sukses, semua orang bertepuk tangan dan menyalami anda, lalu keinginan yg selama ini anda inginkan terwujud.

3. Ketika anda sedang menjaga toko, jualan seharian sepi pengunjung, bayangkanlah tempat liburan yg anda sukai dan setiap pengunjung yang datang akan membawa tiket liburan anda.

4. Saat anda mengunjungi teman yang sakit, jangan tunjukan wajah sedih berlarut - larut, sekedar saja lalu perbanyaklah tersenyum dan menceritakan cerita2 senang, aktivitas yg membuat pasien senang bila sudah sembuh nanti

Nah mudah kan, selamat mencoba ya

Jadi kesimpulannya:
Mind and Body are One System and Affect Each Other membuktikan keterkaitan antara pikiran dan tubuh kita, sehingga kita bisa mensettingnya sesuai keinginan kita masing - masing.



Untuk konsultasi dan mempelajari NLP lebih lanjut, silahkan hubungi:
Ade Jamil Himawan, S.E, CT.NNLP, C.NLC, C.HT
Emotional Therapist & Communication Trainer
Kepri Mall Lt. 3 - Os.Edu - GICI Batam: WA: 081364333576

Minggu, 26 Februari 2017

MAP IS NOT THE TERRITORY



MAP IS NOT THE TERRITORY


Pernahkah anda salah sangka terhadap orang lain? Atau anda pernah berkata, “kamu tidak kenal siapa saya” saat orang lain menilai anda dengan sesuatu yang negatif.

Anda pasti setuju ya, dengan pribahasa don’t look the book from its cover kan. Kurang lebih begitulah makna dari presupposition Neuro Linguistic Programming ( NLP ) di atas. 

Map Is Not The Territory.

Peta bukanlah wilayah sebenarnya, peta adalah peta yang menggambarkan wilayah sebenarnya, semakin akurat sebuah peta maka semakin menyerupai wilayah sebenarnya. Maksudnya, kita memandang orang lain bukan dari penampilan atau prilaku sesaatnya semata. Namun perlu mengetahui lebih dalam atau jauh lagi, baru bisa menilai kepribadian seseorang.

Sebuah cara pandang yang luar biasa dan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari – hari.

Presupposition ini mengajarkan kita untuk tidak buru - buru menilai seseorang, apakah dia buruk atau baik. Kesan pertama yg ditampilkan, hanyalah sebuah gambaran dari kepribadian seseorang seutuhnya. Sehingga kita diminta untuk WASPADA dalam berhadapan dengan orang lain, khususnya yg baru kita kenal.

Presupposition ini mengajarkan juga bahwa kita sebaiknya menilai diri kita sendiri dengan lebih baik. Sering kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak layak atau tidak bisa melakukan sesuatu. Padahal di dalam diri kita ternyata ada kemampuan yang tersimpan untuk melakukan hal itu.

Dalam bisnis, presupposition ini mengajarkan kita untuk tidak buru – buru menilai customer. Customer yang berpakaian sederhana atau lusuh, bukan berarti tidak sanggup membeli. Customer yang banyak diam ketika kita menawarkan produk, bukan berarti tidak tertarik, sehingga kita perlu memperlakukan mereka sama istimewanya dengan customer – customer  yang lain.

Karena bisa jadi, bila mereka tidak membeli sekarang, lain waktu mereka datang lagi, untuk membeli produk / jasa yang kita jual.

Bila kita berbelanja di sebuah toka di pusat perbelanjaan dan menjumpai penjaga toko yang kurang ramah, kita juga bisa mengadopsi paradigma ini, bahwa penjaga toko yang bersifat kurang ramah itu, belum tentu kepribadiannya jelek.

Bisa jadi, mereka sudah capek jagain toko dari pagi. Bisa jadi, mereka kena PHP sama customer yang nanya - nanya tapi nggak beli. Dan bisa jadi, mereka belum diajarin tentang melayani customer dengan baik oleh para pemilik toko.

Presupposition inipun mengingatkan kita bahwa, sering kali kita menganggap diri kita tidak mampu melakukan sesuatu, padahal kita punya kemampuan yang tersimpan untuk melakukan hal itu, tapi karna sudah merasa tidak mampu, akhirnya benar - benar tidak mampu untuk melakukannya.

Nah kesimpulannya: 

Map is not the territory maksudnya adalah POSITIF THINKING terhadap orang lain, khususnya yang baru dikenal dan tetap WASPADA dengan siapapun. Kenalilah orang lain lebih jauh terlebih dahulu sebelum menilai kepribadiannya, kenalilah diri kita lebih jauh terlebih dahulu agar bisa memaksimalkan potensi diri yang kita miliki.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.
Untuk berdiskusi dan mempelajari Neuro Linguitic Programming (NLP) lebih lanjut, silahkan hubungi:



Ade Jamil Himawan, S.E, CT. NNLP, C. NLC, C.Ht
Therapist Emotional & Training Komunikasi
Kepri Mall Lantai 3 – GICI Batam
WA: 0813 6433 3576