BE COMMUNICATIVE PERSON WITH NLP PRESUPPOSITION
“The map is not the territory”
Sebuah peta bukanlah wilayah yang sesungguhnya. Tetapi jika ia
persis dan memiliki struktur yang mirip
dengan wilayah itu, maka ia menjadi sangat bermanfaat .
Peta yang dimaksud adalah persepsi kita dalam memandang dunia. Persepsi
kita dalam memandang sesuatu atau kejadian. Selanjutnya saya sebut sebagai Map.
Tidak ada satupun sesorang memiliki Map yang persis sama dengan Map orang
lain. Meskipun melihat, mendengar dan mengalami peristiwa yang sama
“Mind and Body Are One System”
Badan dan pikiran adalah satu sistem yang saling terkait.
Disaat pikiran sedang stres atau sedih maka badan pun akan
memperlihatkannya dengan gestur yang sesuai.
Begitu pula bila pikiran sedang senang, semangat dan percaya diri, maka
tubuhpun akan memperlihatkan gestur yang mendukungnya. Sebaliknya, ketika badan
terasa lemah dan gestur kita pun sedang memperlihatkan posisi lemah tidak
bersemangat, maka pikiranpun akan merespon hal yang sama.
“Everyone lives in their own
unique model of the world”
Setiap orang hidup dan berdasarkan persepsinya tentang bagaimana dia
memandang diri dan dunianya. Ketika bertindak atau bersikap, sesungguhnya kita
bukan sedang menyikapi kejadian tetapi menyikapi persepsi kita
sendiri.
Setiap orang hidup dalam dunia mereka masing-masing yang khas.Tidak ada
seorangpun memiliki keyakinan, nilai-nilai dan perliaku yang persis sama satu
dengan lainnya. Hal itu disebabkan karena mereka hidup dalam latar belakang
yang berbeda. Tidak seorangpun memiliki pemahaman yang persis sama meski
diajar oleh guru yang sama di kelas yang sama. Dan mereka bersikap sesuai
pemahamannya masing-masing.
” There’s No Such
Thing As Failure Only Feedback”
Tidak ada yang namanya kegagalan hanya umpan balik
Hal ini menawarkan cara pandang baru kepada kita untuk memandang sebuah
ketidak berhasilan dari sebuah usaha. Ketidak berhasilan itu bukan dipandang
dari sebuah kegagalan tapi dipandang dari hasil usaha yang belum memuaskan.
Apa bedanya, bukankah sama – sama gagal? Tentu berbeda, bila kita
memandang sebagai sebuah kegagalan maka kita akan berhenti berusaha dan tidak
mau untuk mencoba.
Sedangkan bila dianggap sebagai hasil yang belum memuaskan maka kita
akan tertantang untuk mencoba lagi dengan memperbaiki kesalahan yang telah
dilakukan sehingga mendapat kan hasil yang lebih maksimal.
Karena sesugguhnya kegagalan itu adalah ketika kita berhenti untuk
berusaha.
“The Meaning of a Communication is the
Response You Get”
Makna komunikasi (diukur dari) respons yang Anda dapatkan. Keberhasilan
komunikasi tidak diukur dari NIAT, namun dari RESPONS.
Bila teman bicara Anda merespon apa yang anda sampaikan sesuai dengan
yang anda maksud, maka komunikasi anda berhasil. Tapi bila teman bicara anda
memaknai berbeda dengan apa yang anda maksudkan, berarti anda perlu mencari
kata-kata atau cara yang lebih sesuai dan lebih bisa dipahami oleh teman bicara
anda
“Experience has a Structure”
Memori pengalaman itu mempunyai struktur. Jika strukturnya dirubah maka
emosi yang menyertainyapun berubah.
Hal ini erat kaitannya dengan prilaku atau masalah emosional yang
dialami seseorang saat ini. “Masalah” tersebut biasanya memiliki akar
permasalahan yang terjadi pada masa lalu. Ketika emosi yang menyertai masa lalu itu diubah, maka “masalah” yang timbul
saat inipun akan bisa teratasi dengan sendirinya.
” If What You Are Doing isn’t Working,
Do Something Else”
Ketika hasil belum seperti yang diharapkan lakukan sesuatu yang
berbeda.
Jangan mudah berubah tujuan, apa lagi menyerah dan berhenti. Ketika
hasil belum sesuai harapan, tetap pegang teguhlah dan lakukan dengan cara yang
berbeda. Artinya kita harus kukuh dalam tujuan dan siap dengan berbagai
cara untuk bisa mencapainya.
Einstein mengatakan, “Orang yang menginginkan hasil berubah namun perilakunya
tidak berubah adalah orang gila”.
” We Have The
Resources Within Us To Achieve What We Want”
Kita memiliki sumber daya untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Rasa tidak berdaya untuk melakukan sesuatu, berasal dari pikiran yang
menyatakan tidak mampu, yang disebabkan dari keterbatasan dalam berbagai hal
mulai dari fisik, ekonomi, sosial dan pendidikan.
Namun kenyataannya, pada umumnya tidak ada manusia yang tidak mempunyai
sumber daya atau kemampuan mewujudkan keinginannya yang ada hanyalah pikiran
yang tidak berdaya sehingga menutupi kemampuan – kemampuan yang ada dalam diri
orang tersebut.
”If One Person Can Do Something, Anyone Can
Learn to Do It”
Jika seseorang bisa melakukan sesuatu maka orang lainpun bisa belajar
melakukannya.
Cara berpikir seperti ini memberikan harapan bahwa kesuksesan seseorang
bisa ditiru oleh orang lain yang mau mempelajari cara kesuksesan orang
tersebut.
Hal ini mengajak kita untuk optimis dan menanamkan prinsip “kalau orang
lain bisa, saya pun bisa”. Kita tinggal memilih apakah mau meniru caranya 100 %
atau meniru dan memodifikasinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang kita
alami.
”Underlying every behavior is
a positive Intention”
Yang mendasari dari setiap prilaku adalah niat positif. Maksudnya di balik
prilaku yang tampak kurang pas menurut kita sekalipun, sesungguhnya ada niat
positif dalam konteks yang berbeda.
Presuppositions memberikan pengertian yang mendalam
untuk menghargai orang lain dalam mengambil sikap menurut kapasitas dan
kemampuannya saat itu. Dengan demikian kita menjadi semakin bijak dalam
berinteraksi sosial.
” People make the best
choices available to them”
Orang selalu mengambil keputusan terbaik berdasarkan pilihan yang
tersedia pada saat itu.
Terkadang kita mengambil keputusan yang keliru karena kita kurang
memahami letak permasalahan yang sesungguhnya, sehingga perlu dipahami setiap
keputusan yang diambil saat itu adalah yang terbaik, tapi bisa jadi untuk saat
ini ternyata keputusan tersebut keliru. Tidaklah mengapa, dan jangan disesali.
Segala hal yang terjadi selalu memiliki maknanya sendiri. Itulah kehidupan
manusia, selalu dinamis dan bergerak maju!
“The Meaning of a
Communication is the Response You Get”
Makna komunikasi (diukur dari) respons yang Anda dapatkan. Keberhasilan
komunikasi tidak diukur dari NIAT, namun dari RESPONS.
Bila teman bicara Anda merespon apa yang anda sampaikan sesuai dengan
yang anda maksud, maka komunikasi anda berhasil. Tapi bila teman bicara anda
memaknai berbeda dengan apa yang anda maksudkan, berarti anda perlu mencari
kata-kata atau cara yang lebih sesuai dan lebih bisa dipahami oleh teman bicara
anda
“You Cannot not Communicate”
Kamu tidak bisa tidak cerita tentang rahasia hati kamu. Karena
sorot matamu, garis keningmu, lengkung alis dan bentuk bibirmu, cara kamu
mengangguk, sikap tubuhmu dan cara kamu berjalan semua itu cara berkomunikasi
secara tidak langsung.
Karena itu jika ingin tampil baik, tidak ada cara lain kecuali
dengan memperbaiki diri dari dalam. Memperbaiki hati, dan menjadi inner beauty.
Itulah baik yang sesungguhnya. Otentik dan asli.
Berikan yang terbaik dari hati kamu, tidak perlu berkata-kata,
mereka bisa merasakannya.
Untuk konsultasi dan mempelajari NLP lebih lanjut, silahkan hubungi:
Ade Jamil Himawan, S.E, CT.NNLP, C.NLC, C.HT
Emotional Therapist & Communication Trainer
Kepri Mall Lt. 3 - Os.Edu - GICI Batam: WA: 081364333576




