Minggu, 26 Februari 2017

MAP IS NOT THE TERRITORY



MAP IS NOT THE TERRITORY


Pernahkah anda salah sangka terhadap orang lain? Atau anda pernah berkata, “kamu tidak kenal siapa saya” saat orang lain menilai anda dengan sesuatu yang negatif.

Anda pasti setuju ya, dengan pribahasa don’t look the book from its cover kan. Kurang lebih begitulah makna dari presupposition Neuro Linguistic Programming ( NLP ) di atas. 

Map Is Not The Territory.

Peta bukanlah wilayah sebenarnya, peta adalah peta yang menggambarkan wilayah sebenarnya, semakin akurat sebuah peta maka semakin menyerupai wilayah sebenarnya. Maksudnya, kita memandang orang lain bukan dari penampilan atau prilaku sesaatnya semata. Namun perlu mengetahui lebih dalam atau jauh lagi, baru bisa menilai kepribadian seseorang.

Sebuah cara pandang yang luar biasa dan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari – hari.

Presupposition ini mengajarkan kita untuk tidak buru - buru menilai seseorang, apakah dia buruk atau baik. Kesan pertama yg ditampilkan, hanyalah sebuah gambaran dari kepribadian seseorang seutuhnya. Sehingga kita diminta untuk WASPADA dalam berhadapan dengan orang lain, khususnya yg baru kita kenal.

Presupposition ini mengajarkan juga bahwa kita sebaiknya menilai diri kita sendiri dengan lebih baik. Sering kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak layak atau tidak bisa melakukan sesuatu. Padahal di dalam diri kita ternyata ada kemampuan yang tersimpan untuk melakukan hal itu.

Dalam bisnis, presupposition ini mengajarkan kita untuk tidak buru – buru menilai customer. Customer yang berpakaian sederhana atau lusuh, bukan berarti tidak sanggup membeli. Customer yang banyak diam ketika kita menawarkan produk, bukan berarti tidak tertarik, sehingga kita perlu memperlakukan mereka sama istimewanya dengan customer – customer  yang lain.

Karena bisa jadi, bila mereka tidak membeli sekarang, lain waktu mereka datang lagi, untuk membeli produk / jasa yang kita jual.

Bila kita berbelanja di sebuah toka di pusat perbelanjaan dan menjumpai penjaga toko yang kurang ramah, kita juga bisa mengadopsi paradigma ini, bahwa penjaga toko yang bersifat kurang ramah itu, belum tentu kepribadiannya jelek.

Bisa jadi, mereka sudah capek jagain toko dari pagi. Bisa jadi, mereka kena PHP sama customer yang nanya - nanya tapi nggak beli. Dan bisa jadi, mereka belum diajarin tentang melayani customer dengan baik oleh para pemilik toko.

Presupposition inipun mengingatkan kita bahwa, sering kali kita menganggap diri kita tidak mampu melakukan sesuatu, padahal kita punya kemampuan yang tersimpan untuk melakukan hal itu, tapi karna sudah merasa tidak mampu, akhirnya benar - benar tidak mampu untuk melakukannya.

Nah kesimpulannya: 

Map is not the territory maksudnya adalah POSITIF THINKING terhadap orang lain, khususnya yang baru dikenal dan tetap WASPADA dengan siapapun. Kenalilah orang lain lebih jauh terlebih dahulu sebelum menilai kepribadiannya, kenalilah diri kita lebih jauh terlebih dahulu agar bisa memaksimalkan potensi diri yang kita miliki.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.
Untuk berdiskusi dan mempelajari Neuro Linguitic Programming (NLP) lebih lanjut, silahkan hubungi:



Ade Jamil Himawan, S.E, CT. NNLP, C. NLC, C.Ht
Therapist Emotional & Training Komunikasi
Kepri Mall Lantai 3 – GICI Batam
WA: 0813 6433 3576

Rabu, 22 Februari 2017

5W1H Tentang NLP Yang Harus Anda Tahu


5W1H Tentang NLP Yang Harus Anda Tahu


What - Apa Itu NLP?

NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah ilmu komunikasi dan pengembangan diri yang dilengkapi berbagai teknik therapy.

Why - Mengapa Harus Belajar NLP?

Jika anda tertarik mengembangkan kemampuan komunikasi persuasif anda.
Berkeinginan mengembangkan karakter dan pola pikir yang lebih memberdayakan.
Ingin memiliki kemampuan mentherapy diri sendiri dan orang lain untuk masalah emosional mereka.

Maka NLP adalah PILIHAN TEPAT untuk anda pelajari, karena NLP membahas tentang:

NLP Philosophy :
Four Pillars of NLP 
Presuppositions

Self-Empowerment Mastery :
Sub- modality
Sensory Acuity
Re-Map
Map Across
Sub-modality Driver
Timeline
Well-Formed Outcome
Neuro-Logical Level
Beliefs & Values

Excellence Skill of Communication : 
Building Rapport
Matching & Mirroring
Calibration
Verbal & Non Verbal Pacing – Leading
Representational System
Meta Model
Milton Model
Frame
Meta Program
Nested Loops
Chunking (Chunk-Up, Chunk-Down, Chunk Across)
Analogue Marking
Reframing

Various Technique :
Eye Accessing Cues for Strategic Modelling
Six Steps of Reframing
Fast Phobia Cure
Belief Change
Swish Patterns
Circle of Excellence
Perceptual Perception
Etc.

Sehingga akan meningkatkan kepercayaan diri anda, meningkatkan kemampuan komunikasi persuasif anda serta bisa mengatasi berbagai masalah emotional yg anda alami dan orang2 di sekitar anda

Who - Siapa Pendiri dan Tokoh NLP?

Penggagas NLP adalah Richard Bandler seorang mahasiswa jurusan matematika Universitas of California di kampus Santa cruz yang juga mendalami computer dan DR. John Grinder seorang associate professor bidang Linguistik.

NLP terlahir dari hasil Modelling mereka terhadap ahli terapi fenomenal:
· Fritz Perls (Gestalt Terapist)
· Virginia Satir (Family Terapist)
· Gregory Bateson (Peggagas Cara Berfikir Sistemik)
· Dr. Milton Erickson (Hypnoterapist)
· Noam Chomsky (Linguistic Expert)

When - Kapan NLP Dimulai?

Sejak 1970an NLP mulai diperkenalkan dan menyebar keseluruh penjuru dunia. Hingga masuk ke Indonesia ditahun 90an dan berkembang pesat di seluruh Indonesia.

Where - Dimana NLP Berada?

Kota - kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan menjadi pusat pembelajaran dan klinik NLP saat ini. Alhamdulillah kini Anda tidak perlu jauh-jauh kesana karena di Batam juga SUDAH ADA.

How - Bagaimana Cara Belajar NLP?

Buku-buku tentang NLP pun sudah ada di toko buku, bagi Anda yang mau belajar langsung dengan National Trainer NLP yg ada di Batam, bisa menghubungi 081364333576 untuk jadwal training terdekat.



Terima kasih sudah membaca tulisan ini, SEKARANG anda sudah tahu kan apa itu NLP,
Semoga Bermanfaat